0 Alasan Penderita Epilepsi Tak Diterima Kerja

Category:
Author: bokir-malih
Share:
Responds: 0 Comment


Bokir"N"Malih - Meski menderita epilepsi, tanggung jawab terhadap keluarga harus tetap dilakukan. Sadar akan hal itu, penderita kerap berbohong memiliki masalah tersebut agar bisa diterima bekerja.

Yang sering terjadi, penderita yakin tak akan lolos wawancara kerja bila jujur memiliki penyakit epilepsi.

"Ada dua alasan yang membuat penderita hampir yakin tak diterima. Pertama, rekan kerja, kedua kebijaksanaan perusahaan," kata dr Lyna Soertidewi, SpS (K) M Epid dari Departemen Ilmu Penyakit Syaraf UI pada seminar media "Mari Hapus Stigma Negatif Epilepsi" di Candi Prambanan, Hotel Sahid Jaya, Jakarta, belum lama ini.

Menurutnya, penderita yakin rekan kerjanya tidak bisa menerima keadaan ketika kejang (bangkitan) terjadi. Mitos busa yang keluar dari mulut penderita karena tingkat keparahan penyakit tinggi membuat rekan kerja takut tertular.

"Sedangkan asuransi kesehatan berdasar kebijaksanaan perusahaan akan sulit untuk bisa menanggung obat epilepsi yang harganya mahal dan harus diminum seumur hidup. Tentunya pewawancara akan berpikir dua kali sebelum menerima penderita," tutupnya.

Posting Komentar